Loncat ke konten
Nasional

Gunung Merapi Kembali Erupsi, Muntahkan Awan Panas Guguran Sejauh 2 Kilometer

Gunung Merapi yang terletak di perbatasan DIY dan Jawa Tengah kembali erupsi dengan meluncurkan Awan Panas Guguran (APG) sejauh 2.000 meter ke arah barat daya menuju hulu Kali Sat/Putih. Meski peristiwa tersebut tercatat memiliki amplitudo maksimum 87,74 mm dengan durasi 116,97 detik, status Gunung Merapi masih dipertahankan pada Level III (Siaga). Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di zona bahaya serta mengantisipasi potensi lahar dingin pada bantaran sungai yang berh

Sahrul Ramadhan 2 menit baca 3 kali dibaca
Gunung Merapi Kembali Erupsi, Muntahkan Awan Panas Guguran Sejauh 2 Kilometer — Nasional

YOGYAKARTA — Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. Gunung api aktif tersebut mengalami erupsi dengan meluncurkan Awan Panas Guguran (APG) sejauh 2.000 meter atau 2 kilometer ke arah barat daya, tepatnya menuju hulu Kali Sat/Putih.

Berdasarkan pengamatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), guguran awan panas tersebut tercatat memiliki amplitudo maksimum 87,74 milimeter dengan durasi gempa berlangsung sekitar 116,97 detik.

Status Siaga dan Potensi Bahaya

Meskipun menunjukkan aktivitas berupa luncuran awan panas guguran, status Gunung Merapi hingga saat ini masih dipertahankan pada Level III (Siaga).

Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya yang meliputi Sungai Boyong, Bedog, Krasak, dan Bebeng, serta sektor tenggara yang meliputi Sungai Woro dan Gendol.

Imbauan bagi Masyarakat dan Wisatawan

Masyarakat diseru untuk tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya yang telah ditetapkan. Selain itu, warga yang bermukim di sekitar bantaran sungai yang berhulu di Gunung Merapi diminta mengantisipasi potensi bahaya lahar dingin, terutama apabila terjadi hujan deras di puncak gunung.

Pemerintah daerah bersama tim gabungan penanggulangan bencana terus memantau pergerakan aktivitas vulkanik secara berkala guna memastikan langkah antisipasi dan evakuasi dapat berjalan cepat jika terjadi peningkatan status lebih lanjut.

Diskusi

Komentar (0)

Sudah punya akun? Masuk supaya nama terisi otomatis. Komentar tamu ditinjau redaksi sebelum tayang.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.