Loncat ke konten
Internasional

Fakta Mengerikan di Balik Tragedi Germanwings: Pesawat Jatuh Sengaja Dikendalikan Ko-Pilot

Investigasi mendalam atas tragedi Germanwings Penerbangan 9525 yang menewaskan seluruh 150 penumpang dan awak di Pegunungan Alps, Prancis, mengonfirmasi bahwa kecelakaan tersebut merupakan aksi sengaja (deliberate act) oleh ko-pilot Andreas Lubitz. Lubitz secara sadar memanfaatkan momen saat kapten pilot keluar ke toilet untuk mengunci pintu kokpit dari dalam, lalu mengarahkan sistem autopilot menurunkan ketinggian pesawat secara manual hingga menabrak tebing gunung akibat masalah depresi berat

Sahrul Ramadhan 1 menit baca 2 kali dibaca
Fakta Mengerikan di Balik Tragedi Germanwings: Pesawat Jatuh Sengaja Dikendalikan Ko-Pilot — Internasional

BERLIN, DIGITAL DIGEST — Salah satu Tragedi penerbangan paling kelam dalam sejarah modern terungkap lewat investigasi mendalam. Kecelakaan pesawat Germanwings Penerbangan 9525 yang menewaskan seluruh 150 penumpang dan awak di Pegunungan Alps, Prancis, ternyata bukan disebabkan oleh kerusakan teknis atau cuaca buruk, melainkan aksi sengaja yang dilakukan oleh ko-pilot sendiri.

Hasil investigasi otoritas penerbangan dan kepolisian mengonfirmasi bahwa ko-pilot Andreas Lubitz secara sadar mengunci kapten pilot di luar kokpit dan mengarahkan pesawat hingga menabrak tebing gunung.

Kronologi Singkat Peristiwa di Kokpit

Investigasi berdasarkan rekaman black box (Perekam Suara Kokpit/CVR dan Perekam Data Penerbangan/FDR) menunjukkan kronologi mengerikan saat penerbangan rute Barcelona menuju Düsseldorf tersebut:

  1. Pilot Meninggalkan Kokpit: Kapten pilot Patrick Sondenheimer keluar dari kokpit untuk menggunakan toilet setelah pesawat mencapai ketinggian jelajah.

  2. Kokpit Dikunci: Lubitz memanfaatkan momen tersebut untuk mengunci mekanisme pintu kokpit yang diperkuat secara elektronik.

  3. Penurunan Ketinggian Manual: Lubitz merubah pengaturan sistem navigasi autopilot dari ketinggian 38.000 kaki menjadi 100 kaki.

  4. Upaya Penyelamatan Gagal: Dalam rekaman, terdengar kapten pilot berusaha mendobrak pintu kokpit dan berteriak meminta agar pintu dibuka, sementara napas Lubitz terdengar tenang hingga detik-detik sebelum benturan.

Diskusi

Komentar (0)

Sudah punya akun? Masuk supaya nama terisi otomatis. Komentar tamu ditinjau redaksi sebelum tayang.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Berita terkait

Runtuhnya Gletser Picu Banjir Bandang dan Longsor di Perbatasan Nepal-Tibet — Internasional
Internasional

Runtuhnya Gletser Picu Banjir Bandang dan Longsor di Perbatasan Nepal-Tibet

Bencana banjir bandang dan tanah longsor masif melanda wilayah perbatasan Nepal dan Tibet (China) akibat runtuhnya gletser (glacier collapse) di kawasan Pegunungan Himalaya, hingga menyebabkan lebih dari 580 orang tewas dan sekitar 2.400 lainnya dinyatakan hilang. Aliran lumpur pekat menerjang sepanjang Sungai Bhote Koshi dan Trishuli, merusak permukiman, menimbun ratusan pekerja proyek PLTA serta wisatawan asing, dan memutus total jalur transportasi utama Kathmandu-Lhasa. Tim SAR gabungan kini

· Sahrul Ramadhan · 2 menit baca