Loncat ke konten
Internasional

Runtuhnya Gletser Picu Banjir Bandang dan Longsor di Perbatasan Nepal-Tibet

Bencana banjir bandang dan tanah longsor masif melanda wilayah perbatasan Nepal dan Tibet (China) akibat runtuhnya gletser (glacier collapse) di kawasan Pegunungan Himalaya, hingga menyebabkan lebih dari 580 orang tewas dan sekitar 2.400 lainnya dinyatakan hilang. Aliran lumpur pekat menerjang sepanjang Sungai Bhote Koshi dan Trishuli, merusak permukiman, menimbun ratusan pekerja proyek PLTA serta wisatawan asing, dan memutus total jalur transportasi utama Kathmandu-Lhasa. Tim SAR gabungan kini

Sahrul Ramadhan 2 menit baca 2 kali dibaca
Runtuhnya Gletser Picu Banjir Bandang dan Longsor di Perbatasan Nepal-Tibet — Internasional

KATHMANDU — Bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda wilayah perbatasan Nepal dan Tibet (China). Dampak kerusakan yang ditimbulkan sangat masif, menimbun permukiman warga, merusak infrastruktur pendukung, serta memutus jalur akses utama di kawasan Pegunungan Himalaya.

Data terkini dari otoritas penanggulangan bencana setempat mencatat jumlah korban jiwa telah mencapai lebih dari 580 orang. Sementara itu, sekitar 2.400 orang lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian.

Penyebab Bencana: Hasil Analisis USGS

Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mengonfirmasi bahwa pemicu utama bencana ini bukanlah gempa bumi tektonik, melainkan runtuhnya gletser (glacier collapse) di kawasan pegunungan tinggi. Runtuhan es dan material batuan tersebut menyumbat aliran sungai sebelum akhirnya jebol dan menciptakan aliran material pekat (debris flow) yang menerjang kawasan hilir.

Sinyal getaran yang sempat terdeteksi oleh stasiun seismik dipastikan berasal dari massa es dan tanah skala besar yang runtuh secara mendadak.

Dampak Kerusakan dan Korban Hilang

Gelombang air bercampur lumpur menerjang sepanjang aliran Sungai Bhote Koshi dan Trishuli di Nepal, serta meluas hingga ke Distrik Gyirong di wilayah Tibet. Jalur transportasi utama yang menghubungkan Kathmandu dan Lhasa terputus total.

  • Sektor Wisata & Proyek: Di antara ribuan korban yang belum ditemukan, tercatat ratusan wisatawan asing serta ratusan pekerja proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di sepanjang aliran sungai.

  • Kondisi Lapangan: Endapan lumpur tebal menutupi struktur bangunan hingga lantai bawah, menyulitkan akses alat berat menuju titik-titik evakuasi.

Operasi Penyelamatan dan Potensi Bahaya Susulan

Tim SAR gabungan dari Nepal dan China diturunkan ke lokasi bencana dengan mengandalkan helikopter untuk mengevakuasi korban selamat di wilayah terisolasi. Bantuan logistik darurat mulai didistribusikan ke kamp-kamp pengungsian sementara.

Para pakar mengimbau warga dan tim penyelamat untuk tetap waspada terhadap potensi gelombang banjir susulan. Sisa-sisa material yang masih membendung hulu sungai berisiko jebol kembali apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi di area puncak.

Diskusi

Komentar (0)

Sudah punya akun? Masuk supaya nama terisi otomatis. Komentar tamu ditinjau redaksi sebelum tayang.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.